Munculnya orang-orang sukses dunia atas keberhasilannya dalam investasi saham jadi salah satu alasan mengapa masyarakat Indonesia masuk ke dunia paling riskan ini. Tapi tanpa pengetahuan mumpuni dengan skil memadai, untung besar hanyalah sebuah angan belaka. Lalu, bagaimana cara investasi saham untuk pemula agar dapat untung besar?

Cara Investasi Saham untuk Pemula

Berikut ini merupakan beberapa cara berinvestasi saham untuk pemula yang bisa mendatangkan profit besar.

  1. Pilihlah Sekuritas dengan Biaya Transaksi Kecil

Pada investasi produk saham, investor diwajibkan untuk membuka sebuah rekening efek yang dikeluarkan oleh perusahaan sekuritas. Setelah berhasil membuat rekening, investor harus segera melakukan top up dana untuk selanjutnya digunakan sebagai pembayaran dalam pembelian saham-saham di bursa efek.

Jadi, biaya transaksi yang dimaksudkan pada konteks ini ialah biaya pembelian dan penjualan atas produk saham. Biaya tersebut akan jadi profit bagi perusahaan sekuritas yang bersangkutan.

  1. Beli Saham Sesuai Kemampuan

Banyak orang beranggapan jika mereka harus mengumpulkan modal yang besar terlebih dahulu sebelum terjun dalam dunia saham. Padahal, beberapa saham dijual dengan harga yang sangat terjangkau, malahan ada yang dipasarkan dengan angka Rp50 perak saja perlembarnya!

Tapi kembali lagi, keuntungan yang akan didapatkan relatif kecil. Jika ingin memperoleh untung yang lumayan, maka Anda harus membeli saham lain dengan harga yang lebih tinggi.

Tak perlu saham seharga jutaan per lembarnya, pilihlah produk investasi yang memang sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

  1. Pilih Saham Lewat Indeks LQ45 atau IDX30

Daftar saham yang dibagikan Bursa Efek Indonesia merupakan ukuran statistik perubahan dari gerak harga sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

Nah, bagi para pemula yang masih bingung untuk pembelian saham pertamanya, mereka bisa memilih produk saham yang ditawarkan pada indeks saham BEI yang tergabung di indeks IDX30 atau LQ45.

Tak perlu risau akan merugi, sebagian besar saham-saham di indeks tersebut memiliki likuiditas yang sangat baik. Di samping itu, perusahaan-perusahaan yang tergabung didalamnya dinilai memiliki latar belakang fundamental cukup bagus.

  1. Beli saat Harga Turun

Banyak dari kalangan investor pemula yang meyakini bahwa pembelian saham saat harganya sedang turun harus dihindari bila tak ingin merugi. Sebenarnya, pemahaman itu tak bisa disalahkan sepenuhnya, tapi juga tidak bisa dibenarkan.

Pasalnya, beberapa jenis saham yang dibeli saat harganya turun lambat laun harganya kembali normal, dan bahkan lebih tinggi dari rekor sebelumnya. Penggunaan metode ini tentu bisa diaplikasikan untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.

Kendati demikian, jangan serta merta menerapkan metode ini pada setiap produk saham yang harganya sedang turun. Ada aspek-aspek lain yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membelinya atau tidak. Sebut saja track record perusahaan penerbit saham, likuiditas perusahaan, dan masih banyak lainnya.

  1. Membeli Saham yang Fundamental Keuangannya Baik dan Stabil

Sebaiknya, baca portofolio dari setiap perusahaan yang sahamnya sedang diincar sebelum membelinya. Pastikan untuk melakukan screening dan filtering dengan teliti dan usahakan untuk hanya memilih perusahaan yang memiliki fundamental keuangan paling baik.

Dengan begitu, Anda bisa menekan resiko kerugian yang mungkin timbul semaksimal mungkin. Sehingga persentase keuntungan yang didapat pun akan semakin banyak.

Anda bisa memulai karir sebagai investor saham lewat Universal Broker, sebuah situs trading terlengkap yang menawarkan berbagai produk saham dari ratusan perusahaan besar Indonesia. Dijamin, pengalaman investasi saham untuk pemula Anda jadi menyenangkan dan tak terlupakan!

What's your reaction?
0COOL0WTF0LOVE0LOL