Derivatives

Apa Derivatif

Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying assets. Efek derivatif merupakan Efek turunan dari Efek “utama” baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Kontrak Berjangka adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlying (dapat berupa indeks, saham, obligasi, dll) di masa mendatang.

Manfaat Perdagangan Derivatif
Instrumen derivatif sering digunakan oleh para pelaku pasar (pemodal dan perusahaan efek) sebagai sarana untuk melakukan lindung-nilai (hedging) atas portofolio investasi yang mereka telah miliki. Strategi Lindung-Nilai (hedging) adalah strategi manajemen risiko yang dirancang untuk melindungi modal apabila situasi pasar diliputi oleh sentiment negatif yakni dengan cara mengunci posisi beli dan jual untuk memperkecil risiko dari pergerakan harga. Untuk itu, instrumen Kontrak Berjangka adalah sarana lindung-nilai (hedging) yang sangat ideal terhadap eksposur investasi saham di Bursa Efek Indonesia.

Kelebihan Perdagangan Berjangka dibanding Perdagangan Saham Rekening Reguler/Margin
Perdagangan Berjangka mengizinkan Perdagangan Dua Arah (two-way-trade) sehingga memberikan peluang keuntungan dari dua arah, jika prediksi bullish – buka posisi Long atau prediksi bearish – buka posisi Short. Metode yang sering digunakan oleh Active Trader adalah shortsell, yakni membuka kontrak jual terlebih dahulu, kemudian apabila harga bergerak turun, menutup posisi dengan beli. Lebih dari itu, investor dapat menggunakan daya ungkit (leverage) untuk memperbesar profit hingga 15x – 20x lipat dari modal karena Nilai Jaminan Transaksi (Initial Margin) yang dibutuhkan untuk membeli/menjual Kontrak Berjangka hanya sekitar 5% – 8% dari Nilai Kontrak Berjangka.

Open Derivative Account

Contract Specification

FAQ

Apa perbedaan perdagangan saham dan perdagangan berjangka?

Harga saham adalah cerminan dari nilai perusahaan saat ini, sedangkan perdagangan berjangka mendapatkan nilainya dari harga komoditas atau indeks yang mendasarinya. Trader berharap mendapat untung dari perubahan harga saham sama seperti mereka berharap mendapat untung dari perubahan harga kontrak berjangka di masa depan.

Apa Margin?

Margin adalah suatu istilah yang dipergunakan dalam dunia keuangan untuk menunjukkan suatu jaminan yang wajib ditempatkan oleh pemegang suatu posisi dalam perdagangan sekuriti, opsi, atau kontrak berjangka.

Initial Margin biasa disebut Margin Awal, yaitu sejumlah uang yang disetor oleh investor pada saat pembukaan akun. Jumlahnya sesuai kesepakatan awal yang dibuat antara investor dengan pialang berjangka, biasanya dinyatakan dalam persentase dari nilai kontrak.

Margin Requirement adalah jumlah minimum Margin yang ditentukan oleh Bursa dan dapat berubah karena pergerakan harga dan/atau volatilitas pasar. UBIS dapat menetapkan persyaratan Margin yang lebih tinggi.

Apa leverage?

Perdagangan berjangka memanfaatkan perdagangan dengan Margin. Jumlah Margin Awal yang diperlukan untuk melakukan perdagangan baru hanya sebagian kecil dari total nilai kontrak. Karena leverage memberi nasabah kemampuan untuk memanfaatkan sejumlah kecil modal untuk mengontrol sejumlah besar aset, nasabah perlu menyadari risiko perdagangan dengan leverage.

Apa Tick-size, Tick-value dan Multiplier?

“Tick” adalah kenaikan harga minimum yang dapat berfluktuasi pada kontrak tertentu. Tick-size (ukuran) dan Tick-value (nilai) bervariasi dari satu kontrak ke kontrak lainnya. Misalnya, Tick di LQ45 Futures adalah 0,05 poin index dan karena Multiplier LQ45 Futures sebesar IDR 500.000, – x LQ45 Index, maka setiap pergerakan 0,05 poin index sama dengan IDR 25.000, –

Apa jenis Order?

Limit-order adalah pesanan untuk Beli / Jual dengan harga yang ditetapkan atau lebih baik. Limit order menetapkan harga di mana trader ingin membeli atau menjual. Oleh karena itu, harga Buy Limit-order harus lebih rendah dari harga pasar, sedangkan harga Sell Limit-order harus lebih tinggi dari harga pasar.

Stop-order adalah jenis order manajemen risiko yang digunakan trader untuk membatasi kerugian mereka atau melindungi posisi terbuka mereka saat ini. Sell Stop biasanya ditempatkan di bawah harga pasar saat ini dan Buy Stop akan ditempatkan di atas harga pasar saat ini. Selain tujuan manajemen risiko, beberapa trader menggunakan Stop-order untuk berdagang saat market break karena Stop-order dapat digunakan untuk buka posisi baru.

Good-till-cancel (GTC) order akan tetap aktif sampai trader memutuskan untuk membatalkannya.

Market-order menjadi prioritas di atas semua pesanan lainnya. membeli atau menjual segera dengan harga yang berlaku, apa pun itu.

Stop! atau Stop Limit, order dengan tanda seru (!) adalah Server Stop-order atau Synthetics Stop-order. Order tersebut ditawarkan oleh UBIS, bukan ditawarkan oleh Bursa. Stop-order ini akan disimpan di Server UBIS, sehingga akan ada penundaan untuk eksekusi order tersebut. UBIS tidak menjamin order akan dipenuhi dan UBIS tidak bertanggung jawab untuk itu. Order ini ditawarkan kepada nasabah dengan niat baik.

Bisakah saya melakukan perdagangan pola harian (day-trade) untuk kontrak berjangka?

Ya – tidak ada larangan melakukan perdagangan pola harian untuk kontrak berjangka, namun UBIS tidak merekomendasikan, mendukung, atau mempromosikan strategi “perdagangan harian” apa pun.

Bagaimana cara memulai perdagangan berjangka?

Pertama – membuka akun perdagangan derivatif dengan persyaratan: click here for more information
Kedua – deposit Initial Margin minimum sebesar IDR ……………
Ketiga – download aplikasi Ezydeal Online Trading Platform

Peringatan Adanya Resiko

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko kerugian yang signifikan dan tidak cocok untuk semua investor. Jangan menginvestasikan uang yang Anda tidak mampu menghadapi kehilangannya. UBIS tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan apa pun termasuk, tanpa batasan, atas kerugian atau kerusakan yang mungkin timbul secara langsung atau tidak langsung.