Jual beli selalu identik dengan pertukaran yang melibatkan barang dengan sejumlah uang tertentu. Transaksi dagang konvensional berpendapat ada uang ada barang. Bagaimana jika transaksi tanpa barang bisa menghasilkan uang, jawabannya Cuma Derivatif yang bisa mewujudkan hal tersebut. Apa itu derivatif? Derivatif adalah kesepakatan kontrak untuk jual beli yang bisa dilakukan dengan nilai tertentu dalam perdagangan saham non fisik diinvestasi saham. Derivatif memberikan peluang bagi pelaku pasar/investor untuk melakukan jual beli saham tanpa adanya kepemilikan saham fisik yang akan diperjualbelikan. Kok Bisa? Karena istilah Derivatif merupakan kesepakatan kontrak dengan jumlah yang ditentukan dan disepakati dari sebuah institusi/perusahaan untuk bisa memperdagangkan saham di investasi saham futures atau bursa perdagangan saham di Indonesia atau Negara lain.

Mengapa derivatif ada dan bisa memberikan keuntungan? Jawabannya adalah derivatif didesain, dibentuk dan ditetapkan agar bisa memberikan peluang bagi investor/pelaku pasar melakukan lindung nilai/hedging dari nilai saham fisik dan memfasilitasi keperluan spekulatif dalam merespon fluktuasi (naik turunnya harga saham) yang bisa memberikan keuntungan dalam jangka waktu pendek dan jangka waktu panjang.

Derivatif dan Investasi Saham (Gula dan Semut)

Ada gula ada semut, dimana ada derivatif maka disana ada investasi saham. Semut akan bergerak mencari gula, derivatif akan menjadi gula dalam investasi saham untuk memberikan keuntungan dan keunggulan bagi para pelaku pasar/investor yang ingin mencari untung atas pergerakan nilai harga saham di bursa. Derivatif memberikan peluang yang maksimal dengan modal yang minimal. Kontrak dalam derivatif bernilai besar dengan minimal dana/modal yang dijaminkan untuk bisa melakukan aksi jual beli di perdagangan saham.

Jadi mengapa para investor memanfaatkan derivatif sebagai ladang gula atau ladang keuntungannya adalah timbale balik dari kemudahan sebuah sistem yang diciptakan melalui kontrak derivatif tersebut. Modal yang relatif kecil bisa menjangkau nilai kontrak saham yang besar, sebagai contoh dengan kontrak derivatif sebesar seratus ribu rupiah Anda bisa mentransaksikan nilai saham sebanyak 1000 lembar (jika satu lembar nilainya 10 ribu rupiah maka seharusnya investor mengeluarkan uang 10.000 dikali 1000 lembar yang sama dengan 10 juta rupiah). Kontrak derivatif akan menjangkau investor untuk bertransaksi dengan kekuatan saham yang besar sehingga bisa mendapatkan keuntungan dalam fluktuasi pergerakan harga saham yang setiap hari nya bergerak karena adanya reaksi dari permintaan dan penawaran atas saham tersebut.

Maksimalisasi Keunggulan Derivatif

Derivatif adalah sebuah uang jaminan/uang yang dijaminkan sesuai kontrak yang ditetapkan agar bisa bertransaksi jual beli di saham. Para investor harus memaksimalkan peluang dan keunggulan sistem yang diberikan dari derivatif untuk mengumpulkan keuntungan dari hasil jual beli harga saham yang setiap harinya berfluktuasi. Kontrak derivative ditambah dengan dana cadangan yang cukup akan bisa memberikan efek yang besar dalam mencari selisih harga jual dan beli di pergerakan harga saham yang ada di bursa.

Keunggulan lainnya dari derivatif adalah pada sistem derivatif pelaku pasar/investor dapat melakukan aksi jual terlebih dulu walaupun belum melakukan aksi beli sebelumnya. Mengapa? Karena dengan kesepakatan kontrak dari derivatif dan jaminan yang disepakati maka pelaku pasar bisa melakukan aksi jual untuk mengharapkan harga turun dan baru melakukan aksi beli saat harga sudah turun lebih rendah dari harga beli untuk menutup transaksi atau agar transaksi disebut lengkap. Dari transaksi yang lengkap barulah bisa dihitung selisih harga jual dan beli yang sudah tercatat. Contohnya saat harga saham Telkom tercatat dibursa mencapai harga tertinggi sebesar 200 ribu rupiah per lembar dengan nilai harga terendah sebelumnya 100 ribu rupiah, maka dengan sistem derivatif ini para pelaku pada bisa melakukan aksi jual saham Telkom diharga 200 ribu rupiah dengan harapan saat harga turun ke 170 ribu atau 180 ribu akan ditutup dengan aksi beli diharga 170 atau 180 ribu. Selisih harga jual sebesar 30 atau 20 ribu rupiah adalah keuntungan yang didapat dan tercatat dalam transaksi jual beli saham Telkom Anda. Hanya dengan derivatif juga para pemilik saham fisik perusahaan Telkom dapat mengunci keuntungan yang telah didapat saat investor melakukan beli saham fisik Telkom diharga seratus ribu rupiah, inilah contoh dari lindung nilai dari saham fisik yang dapat memanfaatkan sistem derivatif untuk maksimalisasi dari keunggulan sistem derivatif yang tersedia di investasi saham.

Segeralah lakukan simulasi dan analisa atas nilai harga saham-saham perusahaan yang tersedia di bursa agar Anda juga merasakan manfaat dari sistem derivatif ini. Prinsip dasar akan selalu menggunakan beli saat harga murah dan jual saat harga paling mahal/tinggi. Dengan begitu keuntungan bisa diraih dan dikumpulkan agar tujuan finansial Anda tercapai dan bisa mengembangkan nilai investasi saham Anda di masa yang akan datang.

Bagaimana, apakah kamu sudah mulai memahami apa itu derivatif? Semoga dengan ulasan diatas kamu mendapatkan pengetahuan yang dimaksud apa itu derivatif. Sampai jumpa pada pembahasan selanjutnya.

What's your reaction?
1COOL0WTF0LOVE1LOL