Dunia Saham di Indonesia diperkenalkan pertama kali oleh Belanda ditahun 1912, awalnya diperuntukan kepada kepentingan pemerintah kolonial (Hindia Belanda) atau VOC. Seiring perkembangan waktu, perdagangan saham terus berkembang dan membentuk produk-produk investasi saham yang saat ini menjadi trending dan familiar bagi khalayak ramai atau masyarakat umum. Namun, apakah Anda mengenal istilah derivatif? Lalu apa kaitannya dengan investasi saham? Singkatnya derivatif adalah bagian dari investasi saham, dimana transaksi derivatif disini merupakan alat atau jaminan yang akan digunakan sebagai penjamin bagi pemodal, investor atau pelaku pasar untuk bisa bertransaksi jual-beli saham-saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Kemajuan teknologi dan pengembangan sistem perdagangan saham terus mendukung kemudahan dan efisiensi dalam bertransaksi saham dan investasi saham dengan ragam peluang yang setiap harinya dimanfaatkan oleh pelaku pasar dan investor dalam mencari keuntungan jangka pendek dan jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan finansial individu maupun sebuah institusi. Perbedaan kebutuhan finansial di era pandemi turut melambungkan minat masyarakat dalam berinvestasi di perdagangan saham. Peran derivatif akan menjadi katalis utama yang akan semakin memudahkan bertransaksi saham di Indonesia.

Beberapa Manfaat Derivatif Adalah Sebagai Berikut

Penjelasan untuk derivatif mungkin lebih mudah dimengerti dengan perumpamaan seperti saat Anda ingin melakukan jual-beli Anda diharusnya menjaminkan sejumlah uang senilai yang ditentukan (disepakati) agar dapat melakukan aksi jual atau beli suatu barang, jaminan dan uang yang dideposit akan menjadi batasan dalam kerugian maksimal yang bisa tertanggung dari akibat selisih harga jual dan beli barang yang diperjualbelikan. Saat transaksi dagang Anda untung maka itu tidak terhingga dan saat Anda rugi maka uang deposit Anda yang menjadi batas maksimal atau akan tersisa sekian persen dari nilai jaminan/kontrak derivatif yang disepakati di awal.

Derivatif memiliki kontrak dari nilai sejumlah saham yang diperdagangkan dan jaminan atau kontrak yang harus dipenuhi tidaklah seratus persen dari nilai kontrak saham yang diperdagangkan. Misalkan dengan kontrak derivatif untuk perdagangan saham sebesar atau senilai 100 (seratus) lembar, nasabah atau investor hanya wajib menyediakan jaminan senilai 10 lembarnya saja. Nilai untung-rugi nantinya akan ditransasksikan akan tetap memiliki daya transaksi senilai 100 (seratus) lembar. Menarik dan menguntungkan bukan?

Investasi saham dengan kontrak derivatif saat ini sudah sangat terjangkau, dengan modal awal sebesar 100 (seratus) ribu rupiah Anda sudah bisa menjadi bagian dari investasi saham di Indonesia. Salah satu perusahaan yang akan menjadi pendamping atau partner terpercaya Anda adalah Universal Broker Indonesia Sekuritas (UBIS). Situs universalbroker.co.id akan menjadi penghubung untuk Anda bisa memulai investasi saham online Anda. Telepon selular dan internet sudah cukup sebagai modal pendukung Anda, dan platform EzyInvest akan menjadi mesin utama penghasilan keuntungan Anda di perdagangan saham-saham di Indonesia. EzyInvest adalah program transaksi saham automatis yang akan memilih, mengatur dan mengelola seluruh modal Anda. Anda hanya akan perlu mengakses, memantau dan melacak investasi Anda melalui ponsel dirumah atau dimanapun Anda berada.

Derivatif, Saham dan Pemecah Masalah

Dalam ilmu Matematika kata derivatif akan terhubung dalam aplikasi turunan dalam permasalahan analisis keuntungan maksimum. Turunan (derivatif) tidak lain merupakan hasil dari suatu proses pendiferensialan atau diferensiasi dari suatu fungsi. Jadi, turunan erat sekali hubungannya dengan diferensial. Jika kita ingin menentukan turunan dari suatu fungsi, maka yang perlu dilakukan adalah melakukan pendiferensialan fungsi tersebut. Dan hasil yang diperoleh dari proses pendiferensilan itu disebut turunan (derivatif). Deriatif (turunan) dapat digunakan sebagai alat analisa di dalam memecahkan masalah-masalah Ekonomi, maka konsep turunan dapat diterapkan untuk dasar perhitungan transaksi kontrak saham perusahaan.

Perdagangan saham diera digitalisasi turut dikembangkan dan diperbaharui untuk membuat penyederhanaan proses transaksi saham di bursa yang diperuntukan agar semakin mempermudah, menyeimbangkan, mengembangkan dan menarik minat bertransaksi pada para pelaku pasar atau investor.

Derivatif pada akhirnya dibentuk dan dibuatkan konsep sebagai pemecah masalah dari keterbatasan modal investor saat harus memenuhi pembelian minimal kontrak lot (satuan hitung) saham perusahaan yang diperdagangkan di bursa efek. Kontrak per 1 lot yang ditetapkan oleh Otoritas Negara melalui Bursa Efek Indonesia mulai tanggal 6 Januari 2014 adalah 100 lembar. Dengan sistem derivatif maka investor yang ingin bertransaksi jual-beli saham tidak lagi harus mengeluarkan jaminan sebesar 100 lembar dikali nilai harga saham sebuah perusahaan, melainkan akan dibuat kesepakatan hanya menjaminkan uang sebesar sekian persen (kurang dari 10 (sepuluh) persen) dari nilai total harga saham per 100 lembar.

What's your reaction?
1COOL0WTF0LOVE0LOL