Muslim dan halal tidak terpisahkan dari kehidupan modern di Islam zaman now, karena mayoritas penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam maka informasi tentang reksadana syariah telah sukses menjaring dan jadi primadona dikalangan kaum muslim saat ini. Kata yang berbau syariah sudah jadi tren dan jadi penglaris umum untuk produk investasi termasuk di perdagangan saham lokal. Seperti halnya magnet, reksandana syariah turut andil mensukseskan gema berinvestasi dan beriktiar yang sesuai dijalur Islam.

Reksadana syariah jadi pilihan ideal untuk investasi buat pemodal dan investor pemula yang tertarik pada proses dan kemasan halal dari usaha mengais rejeki dengan standar Islam dan syariatnya. Reksadana syariah memperkenalkan istilah pada masyarakat atau individu sebagai pemodal yang dalam istilah islaminya dikenal sebagai rabb al-mal/shabib al-mal untuk memulai misi mencari rejeki dengan proses awal menyetorkan dananya kepada pihak yang akan mengelola dana rabb al-mal tersebut di saham syariah yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Animo menggebu-gebu dan serbuan pemodal yang bertubi-tubi mendorong kami untuk mengulas Artikel reksadana syariah untuk mengupas tuntas semua isi perut, mekanisme kerja dan tata cara untuk meraih keuntungan teraman dan berlabel halal dari produk yang sedang booming ini. Tertarik? Silahkan simak dan pahami ulasan yang kami sajikan dibawah ini.

Tatacara Memilih Reksadana Syariah

Mindset untuk memulai sebuah investasi telah berubah jika ditelaah dari sisi permodalan, sekarang tidak diperlukan dana besar untuk berinvestasi di reksadana syariah. Dengan nominal modal seratus ribu, investor pemula sudah dapat memulai dan melakukan aksi beli saham syariah melalui online di APERD (Agen Penjualan Reksadana). Para pemula perlu memperhatikan beberapa alur dan beberapa persyaratan berikut ini:

  1. Listing Harus Ada di Efek Syariah

Pahami dulu bahwa Listing Daftar Efek reksadana syariah berbeda dengan reksadana biasa/konvensional. OJK secara sistem akan merilis daftar investasi reksa dana syariah yang dikeluarkan langsung oleh FSA (Financial Services Authority) dalam daftar efek syariah (DES). Dalam DES tersebut akan tersaji nama-nama dan jenis perusahaan yang dapat diperdagangkan dari daftar reksadana syariah, sehingga hasil profit langsung masuk dan dapat dilihat oleh pemilik modal dalam akunnya, dimana verifikasi DPS secara otomatis menyaring kehalalan daftar perusahaan untuk pertanggungjawabannya.

  1. DPS Perpanjangan Tangan OJK

DPS menjadi persyaratan kedua yang harus dipahami dalam reksadana syariah. Bagaimana funsional dan sistematis kerja DPS? DPS diartikan sebagai Dewan Pengawas Syariah, sebuah lembaga yang tertata dalam sekelompok ahli dari profesional yang memiliki fungsi mengawasi hal-hal penting dari investasi syariah. Faktor Halal jadi keutamaan dan faktor lainnya yang harus diperhatikan dalam lingkup syariah akan jadi dasarnya. DPS akan membantu dan berkerjasama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk mempertanggung jawabkan investasi syariah dari sisi pemerintah.

  1. Keunikan Alur Cleansing Sebagai Pembeda

Alur cleansing pada reksadana syariah adalah proses revolusioner yang efektif dan tepat sasaran. Alur cleansing bekerja sebagai saringan dan pemisahan dari faktor/hal-hal tidak seusai dengan label halal untuk menerima hasil/profit yang diperoleh dari keseluruhan proses investasi yang telah ditransaksikan sebelumnya. DPS menjadi pihak yang bertanggung jawab dan melaksanakan seluruh proses cleasing. Alur cleansing turut memiliki andil menjadi mesin otomatis dalam membagi hasil profit pemodal ke bagian kegiatan-kegiatan amal.

Tiga hal diatas merupakan alur proses utama dalam reksadana syariah  yang perlu diketahui dan dipahami, setelahnya pemodal akan mengerti bahwasanya investasi ini memilki ragam keunikan dan faktor yang sangat menarik untuk dipertimbangkan dalam berinvestasi yang aman dan halal.

Keunggulan, Manfaat dan Timbal Balik Menguntungkan Reksadana Syariah

Biar sukses dan efektif, selektiflah dalam mengenali ragam jenis reksadana syariah. Jenis dan karakteristik dari ragam reksadana syariah dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Reksadana Syariah Saham

Saham akan mendominasi jenis investasi ini. Mengapa didominasi saham? Dikarenakan tidak seluruhnya ditransaksikan pada saham, sebahagiannya atau komposisinya  80-20 dengan alokasi 80 persen saham dan sisanya akan ditransaksikan dalam produk pasar uang syariah.

Komposisi dan penentuan dari alokasi berdasarkan pada List dari Efek Syariah yang akan dikeluarkan dari OJK atau Pihak Penerbit Daftar Efek Syariah yang telah ditunjuk OJK. OJK akan merilis daftar saham Syariah yang telah diseseuaikan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal.

Keunggulan dan risiko apa saja yang dapat diraih dari saham syariah, simak pembahasan dibawah ini:

  • Profit yang diperoleh merupakan salah satu yang tertinggi, imbal hasil yang didapat berada dikisaran 10 hingga 20 persen per tahun, dinilai akan sesuai untuk investasi dalam jenjang pendidikan, pengelolaan dana pensiun bahkan investasi lindung/hedging inflasi dari kebutuhan-kebutuhan lainnya.
  • Risiko dari saham dinilai tinggi sesuai dengan imbal hasil yang didapat, high risk – high return. Karakteristik pada investasi ini akan ideal bagi pemodal yang memiliki target jangka waktu yang cukup panjang, misalnya untuk investasi dalam 10 tahun kedepan.
  1. Reksadana Syariah Penghasilan Tetap/Fix Income

Obligasi Syariah (Sukuk) dari dan diperjual belikan terbitan Negara Republik Indonesia akan mendominasi jenis investasi ini. Dengan rating investasi minimum triple B / BBB dan/atau yang selevel, akan terkelola melalui Penawaran Umum dan/atau yang ditransaksikan pada Bursa Efek.

Obligasi syariah yang tersedia secara khusus diperuntukan dan diperjualbelikan dengan prinsip Syariah. Menawarkan sistem bunga tetap dengan periode jangka waktu yang lebih panjang.

Keunggulan dan risiko apa saja yang dapat diraih dari penghasilan tetap syariah, simak pembahasan dibawah ini:

  • Imbal Penghasilan Tetap Memastikan pendapatan yang tetap dan aman dengan jangka waktu menengah (maks. 5 tahun). Berbeda dengan saham syariah, obligasi syariah tidak memiliki imbal yang tinggi seperti saham, namun tidak bergejolak seperti saham, cenderung datar dan stabil.
  • Dengan risiko yang rendah maka karateristik reksadana penghasilan tetap/obligasi syariah akan ideal bagi pemodal yang menginginkan investasi dalam periode waktu dibawah 5 tahun, meskipun hanya menawarkan imbal yang tetap dan lebih kecil dibandingkan dengan reksadana saham namun dari sisi keamanan dan kepastian lebih unggul.

3. Reksadana Syariah Perpaduan Saham dan Obligasi

Perpaduan antara saham dan obligasi akan memenuhi kebutuhan dari investor yang memiliki keinginan mendapatkan profit tengah dari dua jenis/karateristik reksadana sebelumnya. Pemodal yang ingin tidak terlalu bergejolak dan datar bisa memperlajari dan mempertimbangkan pilihan investasi ini dengan memadukan transaksi saham dan penghasilan tetap/obligasi syariah. Pengelola akan menjadi mendiator untuk pemodal dalam memenuhi kebutuhan perpaduan penghasilan dari dua jenis reksadana syariah sebelumnya.

Transaksi yang akan dilakukan tidak memiliki patokan komposisi dari saham dan obligasi, semua keputusan akan disesuaikan dengan target penghasilan yang diinginkan oleh pemodal yang berbeda-beda. Diawal akan diberikan pilihan target penghasilan yang sesuai dan diharapkan dari pemodal oleh pihak pengelola.

Keunggulan dan risiko apa saja yang dapat diraih dari perpaduan/campuran reksadana syariah, simak pembahasan dibawah ini:

  • Imbal penghasilan akan berada dikisaran tengah, penawarannya bersifat middle atau ada diwilayah antara penghasilan yang didapat reksadana syariah saham dan obligasi.
  • Tingkat risiko yang ditanggung pun sama akan ada dikisaran tengah diantara saham dan obligasi syariah. Merupakan investasi yang Ideal bagi pemodal yang ingin mendapatkan profit tengah, namun disarankan jangka waktu yang dipilih minimal diatas 5 tahun.
  1. Reksadana Syariah Pasar Uang

Jenis investasi reksadana syariah pada pasar uang akan didominasi oleh komposisi dari deposito syariah, sertifikat deposito syariah dan surat berharga syariah yang dikeluarkan dan diterbitkan oleh Negara (sukuk).

Karakteristik untuk Reksadana ini cenderung mempercayai pengelolaan di produk keuangan jangka pendek yang menawarkan imbal/profit yang paling rendah namun paling aman.

Keunggulan dan risiko apa saja yang dapat diraih dari reksadana syariah pasar uang, simak pembahasan dibawah ini:

  • Jaminan Keamanan tingkat tertinggi menjadi keunggulan yang mutlak dibandingkan reksadana syariah lainnya sehingga jika pemodal pemula ingin memilih yang teraman maka bisa memilih reksa dana syariah pasar uang di pilihan teratasnya.
  • Profit terendah dan risiko terendah sudah menjadi label utama dari produk ini. Paling Kecil. Pemodal pemula yang belum memiliki pengalaman dan pengetahuan cukup disarankan untuk memilih jenis reksadana syariah ini, faktor waktu yang paling cepat untuk meraih gain/keuntungan dan keamanan maksimal bisa dipertimbangkan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang efisien dan efektif.

Kesimpulan

Setiap pemodal pemula bisa mempelajari jenis dan karakteristik dari masing-masing produk yang tersedia di reksadana syariah. Setiap keputusan memiliki unsur keunggulan dan risiko yang berbeda-beda untuk menyesuaikan kebutuhan yang berbeda pula dari masing-masing individu sebagai pemodal. Kenali dan pahami sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Semoga informasi yang disampaikan universal broker bermanfaat dan dapat menjadi acuan bagi investor pemula.

What's your reaction?
6COOL0WTF0LOVE0LOL